Khamis, 11 Februari 2010

Kembara ke Genting Highlands (30/01/2010)

Percutian yang tak dirancang. Selepas sarapan pagi di kedai mamak di Tmn Sri Gombak, baru terpikir nak keluar berjalan-jalan memandangkan KL cuti panjang selama 3 hari. balik rumah pun boring elok bawa anak-anak pergi jalan. Destinasi yang dipilih adalah Genting Highlands memandangkan aku tak pernah lagi sampai kat sana walaupun jarak rumah aku ke genting ni hanya 30 minit sahaja.
Perjalanan memang menyeronokkan dan memenatkan sikit tapi seronok lagi banyak dari penat huhuhuhu. Apa pun yang penting anak-anak gembira selepas lama aku tak bawak dia orang pergi jalan-jalan. bermula bulan 3 ni start sem baru jadi masa aku dengan anak-anak kurang lah sikit. nak keluar berjalan-jalan time tu pun memang tak seronok bila pikir assigment dan test. masa cuti cam ni la best bawak family pergi jalan-jalan. apa pun memang seronok :D (Sila klik pada gambar untuk lihat gambar lebih besar)




Selasa, 19 Januari 2010

Jalan-jalan cuci mata kat sunway Piramid (17/1/2010)

Pada ahad lepas aku bawa keluarga pergi jalan-jalan cuci mata kat sunway piramid. penat jalan-jalan tapi bestttt. cuma dalam banyak2 kedai dalam pasaraya tuh aku tak jumpa pun kedai Melayu.....cam bukan berada kat malaysia jer.....ni pun masih ada orang tak berpuashati dengan bangsa melayu kan. tak tau la kenapa. aku sertakan beberapa gambar yang sempat di ambil pada hari tersebut.


Ahad, 3 Januari 2010

Andai ku Tahu :) - lirik lagu yang menginsafkan

Andai ku tahu….
Kapan tiba ajalku…
Ku akan memohon tuhan tolong panjangkan umurku…

Andai ku tahu…
Kapan tiba masaku…
Ku akan memohon tuhan jangan kau ambil nyawaku…

Aku takut akan semua dosa dosaku…
Aku takut dosa yg terus membayangiku…

Andai ku tahu…
Malaikatmu kan menjemputku…
Izinkan aku mengucap kata taubat padamu…
Aku takut akan semua dosa dosaku…
Aku takut dosa yg terus membayangiku…

Ampuni aku dari segala dosa dosaku…
Ampuni aku menangis ku bertaubat padamu…
Aku manusia yang takut neraka…
Namun aku juga tak pantas disurga…

Andai ku tahu….
Kapan tiba ajalku…
Izinkan aku mengucap kata taubat padamu…

Aku takut akan semua dosa dosaku…
Aku takut dosa yg terus membayangiku…
Ampuni aku dari segala dosa dosaku…
Ampuni aku menangis ku bertaubat padamu…

Download lagu ni

Selasa, 29 Disember 2009

Mohd Habzul + Mazwati + Nur Aqilah + Nur Ainul Mardhiah

Selepas Seminggu berkampung kat UKM, ni baru berkesempatan nak update blog. Ni adalah gambar2 terkini anak2 aku. Gambar bapaknya tak ada sebab jadi kamera men huhuhuhu. dah besar2 dah anak2 aku ni. terasa diri ni dah makin tua dah. Tapi perjuangan masih belum selesai. Senyum sokmo :)

Ni gambo anak sulong aku..Aqilah...rajin study. Ni cam ada hati nak keja bapak dia study ni huhuhu. Bapak baru separuh habis stress ni. ada satu paper lagi. lepas ni merdeka kejap huhuhu.

Ahad, 29 November 2009

Power of Money

(Untuk difikirkan bersama)

By Adam Khoo


( Singapore 's youngest millionaire at 26 yrs.)

Some of you may already know that I travel around the region pretty frequently, having to visit and conduct seminars at my offices in Malaysia , Indonesia , Thailand and Suzhou ( China ). I am in the airport almost every other week so I get to bump into many people who have attended my seminars or have read my books.


Recently, someone came up to me on a plane to KL and looked rather shocked. He asked, 'How come a millionaire like you is travelling economy?' My reply was, 'That's why I am a millionaire. ' He still looked pretty confused.


This again confirms that greatest lie ever told about wealth (which I wrote about in my latest book 'Secrets of Self Made Millionaires' ). Many people have been brainwashed to think that millionaires have to wear Gucci, Hugo Boss, Rolex, and sit on first class in air travel. This is why so many people never become rich because the moment that earn more money, they think that it is only natural that they spend more, putting them back to square one.




The truth is that most self made millionaires are frugal and only spend on what is necessary and of value. That is why they are able to accumulate and multiply their wealth so much faster.


Over the last 7 years, I have saved about 80% of my income while today I save only about 60% (because I have my wife, mother in law, 2 maids, 2 kids, etc. to support). Still, it is way above most people who save 10% of their income (if they are lucky).


I refuse to buy a first class ticket or to buy a $300 shirt because I think that it is a complete waste of money. However, I happily pay $1,300 to send my 2 year old daughter to Julia Gabriel Speech and D ram a without thinking twice.


When I joined the YEO (Young Entrepreneur' s Orgn)a few years back (YEO) is an exclusive club open to those who are under 40 and make over $1m a year in their own business) I discovered that those who were self made thought like me. Many of them with net worth well over $5m,travelled economy class and some even drove Toyota 's and Nissans,not Audis, Mercs, BMWs..


I noticed that it was only those who never had to work hard to build their own wealth (there were also a few ministers' and tycoons' sons in the club) who spent like there was no tomorrow. Somehow, when you did not have to build everything from scratch, you do not really value money. This is precisely the reason why a family's wealth (no matter how much) rarely lasts past the third generation.


Thank God my rich dad foresaw this terrible possibility and refused to give me a cent to start my business.


Then some people ask me, 'What is the point in making so much money if you don't enjoy it?' The thing is that I don't really find happiness in buying branded clothes, jewellery or sitting first class. Even if buying something makes me happy it is only for a while, it does not last.

Material happiness never lasts, it just give you a quick fix. After a while you feel lousy again and have to buy the next thing which you think will make you happy. I always think that if you need material things to make you happy, then you live a pretty sad and unfulfilled life..


Instead, what makes me happy is when I see my children laughing and playing and learning so fast. What makes me happy is when I see my companies and trainers reaching more and more people every year in so many more countries.


What makes me really happy is when I read all the emails about how my books and seminars have touched and inspired some one's life.


What makes me really happy is reading all your wonderful posts about how this blog is inspiring you. This happiness makes me feel really good for a long time, much much more than what a Rolex would do for me.


I think the point I want to put across is that happiness must come from doing your life's work (be it teaching, building homes, designing,trading, winning tournaments etc.) and the money that comes is only a by-product. If you hate what you are doing and rely on the money you earn to make you happy by buying stuff, then I think that you are living a life of meaninglessness

Rabu, 4 November 2009

Mana milik kita?

Mana milik kita?
Tidak ada milik kita
Semua yang ada
Allah yang punya

Tidak ada kita punya
Kita hanya mengusahakan saja
Apa yang kita dapat
Allah sudah sediakannya

Kita Allah punya
Dunia ini ciptaan-Nya

Miliklah apa saja
Tidak terlepas dari ciptaan-Nya

Mana kita punya
Tidak ada kepunyaan kita

Kita hanya mengusahakan
Apa yang telah ada

Mengapa kita sombong
Memiliki Allah punya

Mengapa tidak malu
Kepada Allah yang empunya

Patut bersyukur kepada Allah
Yang memberi segalanya

Malulah kepada Allah
Kerana milik Ia punya

Janganlah berbangga
Apa yang ada pada kita
Kalau Allah tidak beri
Kita tidak punya apa-apa

Janganlah mengungkit
Mengungkit jasa kita
Jasa kita di sisi-Nya
Yang sebenarnya Allah punya

Marilah kita bersyukur
Bukan berbangga

Bersyukur kepada Allah
Bukan mengungkit jasa

Selasa, 20 Oktober 2009

Antara Usaha dan Tawakal

Sebahagian petikan dari email taman-taman syurga. menarik untuk dibaca dan dihayati :)

Seperti yang saya pernah sebutkan, hidup ini adalah kembara merentasi benua yang mencabar. Ketakutan dan cabaran menghambat kita di mana-mana. Namun Allah menyediakan berbagai bekalan kekuatan yang jika dihayati, diselami dan dihirup ke dalam urat nadi akan menjadikan insan sabar dan yakin dalam meneruskan kembara ini.

Antara bekalan yang disediakan ialah solat, terutama di qiyamullail. Esakan dan tangisan rintihan di malam yang sunyi adalah nikmat yang tidak gambarkan.
Airmata rintihan dan pengakuan diri di hadapan Allah atas kelemahan dan dosa, juga pemohonan atau doa agar diberikan limpah kurnia, itu semua adalah kenikmatan yang tidak dapat difahami melainkan sesiapa yang merasainya.

Dalam sebak tangisan itulah insan merasai nikmat menghambakan diri kepada Tuhan Yang Maha Agung. Itulah bekalan dalam merempuh cabaran dan dugaan hidup.
Demikian juga Ramadan, kedatangannya selalu memberikan kekuatan baru dalam hidup ini. Tangisan dan esakan di kesunyian malam ketika sendirian, maka tanpa riyak dan ujub, membawa kekuatan kepada diri insan dalam menerusi agenda perjalanan hidup.
Begitulah juga, haji dan umrah. Segalanya apabila ditunaikan dengan jiwa yang merendah kepada Allah, lidah yang memohon ampun dan kurnia, ia adalah bekalan kekuatan yang maha ajaib. Hidup ini jika Allah bantu keajaiban akan berlaku.

Percayalah kepada doa dan tawakal, di samping berusaha menurut prinsip-prinsip agama. Apabila Allah menolong kita tiada siapa lagi yang dapat melakukan apapun. Pertolongan dan kurnia Allah itu boleh menjelma dalam berbagai rupa dan bentuk, cuma kita yang selalu jahil untuk memahami kemakbulan doa yang pernah diminta.

Banyak ungkapan doa yang mengandungi erti yang hebat yang diajar oleh Rasulullah s.a.w. Tidak perlu ajaran tarekat yang sebahagiannya mencipta wirid dan zikir rekaan, sehingga melupai keindahan wirid dan doa yang sahih yang diajar oleh Rasulullah S.A.W.
Antara ungkapan doa yang amat menarik jiwa saya ialah doa yang baginda s.a.w ajar: “Ya Haiyyum, Ya Qayyum, dengan rahmatMu daku memohon pertolongan. Baikilah seluruh urusanku, dan janganlah Engkau serahkan diriku ini kepadaku walaupun sekelip mata” (Riwayat al-Nasai, dinilai sahih oleh al-Albani).

Setiap kali ada kesempatan yang baik, di tempat yang baik dan di waktu yang baik, saya sering mengulangnya, walaupun entah kali ke berapa seratus atau ribu sekalipun.
Ya! Jika Allah yang menguruskan urusan kita, tentu aturan yang ditentukan itu akan begitu hebat merentasi andaian mana-mana insan. Namun jika hidup ini hanya bergantung kepada orang lain, kita sering menjadi mangsa.

Jika bergantung kepada diri semata, banyak perkara yang kita akan gagal mengendalikannya. Namun, apabila kita serahkan agar Allah membantu, tanpa ditinggalkan kita walaupun sekelip mata, keajaiban hidup akan berlaku.

Usaha adalah tuntutan kehidupan, namun tawakal yang sebenar adalah jaminan kekuatan dan kesejahteraan. Allah boleh mengatur perjalanan ini apa yang disangka tewas oleh manusia, tetapi kejayaan yang berlaku, apa yang disangka kecewa oleh manusia, tetapi kebahagiaan yang memenuhi jiwa.

Ajaibnya cinta, ajaibnya tawakkal. Semoga Allah tidak meninggal kita semua dalam merentasi kehidupan ini!